A girl who writes
anispauzi
Sunday, September 22, 2019
Mencintai perempuan yang gemar menulis, kau akan tahu kau harus bersikap lebih manis. Karena baginya, kata-kata adalah candu. Serupa rindu yang mampu ia genggam berlama-lamanya waktu.
Mencintai perempuan yang gemar menulis, kau seharusnya bersyukur. Karena seburuk apa pun sikapnmu, akan tetap ia abadikan namamu dalam setiap goresan pikirannya. Ya, kau akan abadi. Baginya kau abadi.
Mencintai perempuan yang gemar menulis, kau harus (setidaknya) rajin membaca. Karena seringkali, diamnya adalah alat untuk ia tuangkan dalam tulisan khidmat. Dari sana kau tahu bahwa sesungguhnya ia gemar berkata. Hanya saja, bukan lewat bibir indahnya.
Mencintai perempuan yang gemar menulis, kau harus berhati-hati. Karena bila kau membuatnya sakit hati, kau akan terkejut. Betapa tulisannya lebih dari sekadar mengiris nurani. Ia bisa membuatmu sekejap 'mati'.
Mencintai perempuan yang gemar menulis, kau harus menghargai setiap tetes tintanya. Karena selain buah pikir, itu juga adalah separuh hidupnya. Seperti juga kau, yang dicintainya.
-Tia Setiawati
